Cerpen


KETIKA TANGAN TAK BISA MENGGAPAI LAGI
Pengumuman audisi coverboy telah membuat sma bakti menjadi geger, banyak siswa berbondong- bondong menuju mading untuk melihat dan mendapatkan informasi lebih lengkap, terutama bagi para siswa yang memang berminat terjun kedalam dunia model. Semangat tersebut tidak di rasakan oleh putra salah satu siswa yang terkenal cupu, dia memang sangat berbeda dari teman- teman yang lainnya. Dia lebih senang berdiam diri dan membaca buku dari pada harus berkumpul dan bercanda ria dengan teman sebayannya. Namun meski begitu Putra tetap memiliki sahabat yaitu Dea, Raya dan Mega yang selalu ada ketika dia sedih ataupun senang, memang ketiga sahabatnya tersebut seorang perempuan dan tidak jauh berbeda sifat dan tingkah lakunya seperti dia. maka dari itu banyak orang memangil mereka genk kutbuk yang artinya kutu buku, namun panggilan itu memang benar adanya karena setiap kali mereka pergi yang selalu mereka bawa adalah buku, dari mulai buku fiksi sampai buku non fiksi. Mungkin banyak orang beranggapan bahwa dia merupakan seseorang yang dingin, padahal jika dia sudah berada di sisi sahabat dan keluarga dia termasuk orang yang sangat hangat dan perhatian.
Putra merupakan salah satu siswa kebanggan dari SMA Bakti, hampir setiap semester dia selalu mendapatkan peringkat pertama di sekolah, sampai - sampai bisa dibilang nilai yang dia proleh selalu hampir sempurna. Walau begitu dia tidak sombong untuk berbagi ilmu yang dia punya kepada teman-temannya yang memang masih peduli terhadap pelajaran, mereka sering meminta bantuannya untuk membantu mengerjakan tugas- tugas sekolah.
Ketika jam istirahat saat Putra makan siang di kantin, ketiga sahabanya menanyakan kabar menegani rencannya untuk mengikuti audisi coverboy. Mereka semua mendukung Putra untuk mengikuti audisi tersebut, karena walau pun dia berpenampilan cupu, sebenarnya dia itu seseorang yang tampan. Bahkan Dea salah satu sahabatnya dan bisa di bilang merupakan sahabat paling dekat dengan nya sangat mendukung Putra untuk mengikuti audisi tersebut. Dea tau Putra memiliki persaan lebih terhadap Clara cewk paling populer di SMA BAKTI, cewek berparas cantik dan berbadan tinggi tersebut banyak di incar  para cowok bahkan sampai-sampai Putra sekalipun merasa  tertarik padanya. Hampir setiap pagi Putra selalu menyimpan puisi - puisi romantis di bangku Clara tanpa sepengetahuan orang lain, hanyak Dea, Putra dan Allah lah yang mengetahuinya. Meengetahui perjuangan Putra yang sebegitu besarnya untuk mendapatkan Clara, Dea pun merasa kasihan, hanya gara- gara penampilannya yang cupu Putra harus menutup rapat- rapat perasaannya terhadap Clara. Meskipun Dea tahu bahwa Clara telah meiliki pacar yaitu David yang terkenal karena ketampan dan ke piawainnya memainkan bola basket di lapangan, Dea ingin Putra tetap bisa memperjuangkan cintanya untuk Clara. Atas dasar persahabtan dan kesetia kawanan Dea mengajak Raya dan Mega dua sahabat wanitanya untuk ikut membujuk dan merubah penampilan Putra sehingga dia dapat mengikuti audisi coverboy tersebut. Tanpa berpikir lama-lama Raya dan Mega pun setuju atas usul yang di berikan Dea. Mereka bertiga mulai berusaha dan bejuang keras membujuk Putra untuk mengikuti audisi, walaupun awalnya Putra selalu menolak, tetapi setelah Dea menjelaskan bahwa ini kesempatan besar untuk dia bisa mendapatkan Clara. Putra pun akhirnya setuju dan mau mengikuti audisi tersebut. Dea merasa sangat bahagaia karena Putra mau mengitu audisi tersebut dan Dea pun semakin yakin bahwa cinta yang Putra berikan terhadap Clara sangatlah besar.
Namun di sisi lain tanpa sepengetahuan Putra dan kedua sahabatnya ternyata Dea memliki perasaan yang lebih terhadap Putra, namun Dea tahu bahwa perasaannya itu tidak boleh sampai di ketahui orang lain terutama Putra karena itu dapat merusak persahabatannya. Dengan begitu Dea hanya memendam perasaannya dan berusaha membuat Putra menjadi pria yang lebih layak untuk berada di samping Clara. Berkat bantuan ketiga sahabatnya Putra berhasil menjadi juara di audisi tersebut, David pacar Clara pun dapat dikalahkan oleh Putra yang dia anggap sebagai pria cupu kutbuk.
Ketika David mengetahui bahwa pemenang coverboy itu Putra dia merasa harga dirinya terinjak-injak, apalagi setelah kemenangnnya itu kini bayak cewek  yang lebih memilih untuk bersama Putra di bandingkan dirinya. Bahkan Clara pun yang selama ini membenci dan merasa jijik bila berada di dekat gank kutbuk terutama Dea dan Putra yang selalu mencari perhatian di depan setiap guru kini justru sering mendekati Putra. Putra yang selama ini menginginkan hal tersebut merasa sangat bahagia.
David pun merasa gerah melihat kebersamaan mereka berdua , akhirnya David memutuskan untuk melabrak mereka, Clara yang merasa tengah di permalukan oleh perlakuan David, memutuskan untuk mengakhiri hubungan nya dengan David. Meski awalnya David merasa tidak terima tapi akhirnya David menerima semua apa yang di inginkan Clara, namun siapa sangka David  tidak menerima semua ini secara cepat justru dia kini memiliki niat jahat terhadap Putra yang dia pikir telah merebut Clara dari sisinya.
Satu bulan berlalu setelah pengumuman pemenang coverboy, Putra yang dulu cupu kini sudah semakin gaul di tambah kini dia selalu bersama Clara, bahkan gosipnya mereka telah memiliki hubungan yang spesial. David yang sudah mengetahui hubungan diantara mereka berdua semakin geram, keputusan David untuk untuk mencelakakan Putra kini semakin bulat. Dia mulai menyusun rencana bersama kedua teman nya yaitu Adit dan Roy. Setelah lama, akhirnya David kini menemukan cara untuk mencelakakan Putra.
Selain David meminta bantuan Adit dan Roy, David pun meminta bantuan Desi, Luna, dan Margareta sahabat Clara. mereka bertiga awalnya merasa ragu untuk membantu David, namun setelah berfikir sejenak dan demi kepentingan mereka bertiga juga, akhirnya Desi, Luna dan Margareta bersedia membantu David.
Setelah selesai menyusn rencana David meminta kelima temannya untuk mulai melancarkan aksinya. Desi, Luna dan Margareta hanya bertugas untuk menjauhkan Clara dari Putra. Sepulang sekolah rencananya mereka akan mengajak Clara untuk pergi kesalon, selain untuk melancarkan rencana David, Desi, luna dan Margareta memang ingin pergi bersama Clara, mereka merasa semenjak Clara berhubungan dengan Putra, Clara menjadi susah untuk pergi bersama – sama.
“Ra, kesalon yu”. Ajak Desi.
“duh sorry, kayanya ga bisa deh, gue ada janji bareng Putra soalnya.”
“lo tuh kenapa sih, semenjak pacaran sama Putra lo ko jadi susah banget di ajak pergi bareng.” Jelas Margareta
Clara hanya bisa diam, ketika mendengar ucapan sahabatnya itu. Mendengar suara keributan Putra pun menghampiri mereka berempat.
“ada apa ini?.” Tanya Putra
“bukan urusan lo.” Bentak Margareta
“sudah, ini hanya salah paham aja ko Tra,” jawab Clara
“salah paham apanya, jelas –jelas ini tuh salah lo Putra.” Teriak Desi.
“bukan Des, ini bukan Salah Putra. Gue yang salah.” Ujar Clara
“kalo memang ini salah lo, lo harus minta maaf ke kita bertiga. Lo harus mau bergi ke salon bareng kita hari ini” jelas Margareta.
“betul!.” Tegas Luna, yang memang sedikit lola.
“oke gue hari ini bakalan pergi ke salon bareng kalian. Tapi sebelum pergi izinin dulu gue buat ngomong ke Putra.” Pinta Clara
“gak, kita ga ngizinin lo. “ bentak Margareta sambil menarik tangan Clara.
Melihat kejadian itu Putra tidak bisa melakukan apa – apa, dia berpikir itu adalah masalah wanita, tidak baik jika dia ikut campur dalam masalah itu.
Di sisi lain ketika Desi, Luna dan Margareta melakukan rencananya. Roy, Adit dan David pergi menuju parkiran sekolah untuk menggunting rem mobil milik Putra, mereka berharp ketika Putra mengendari mobilnya, sesuatu akan terjadi kepadanya.
Putra yang pada saat itu memang ingin bergegas pulang, memacu kendaraan nya menjadi lebih kencang dari biasanya, namun sayang nya ketika dia melewati pertigaan dia melihat seekor anak kucing hendak melintas, dia pun bating stir nya kearah kanan. Tanpa dia sadari ternyata mobil lain dari arah yang berlawanan tepat berada di depan, tabrakan hebat pun tidak bisa di hindari. Setelah terdengar suara benturan kedua mobil tersebut, warga yang berada di sekitar lokasi pun mulai berdatang untuk sekedar melihat dan ada pula yang berusaha untuk menolong.
Ketika di perjalanan pulang menuju rumah, perhatian si kemabar Raya dan Mega teralihkan ketika melihat mobil Putra sedang di kerumuni oleh orang – orang. Raya dan Mega yang merasa ada hal buruk terjadi kepada sahabatnya. Mereka berdua pun turun dari mobil dan pergi menghapiri kerumunan orang- orang itu. Betapa kagetnya mereka ketika mengetahui bahwa Putra menjadi korban tabrakan hebat tersebut.
Mega dan Raya meminta bantuan untuk mengangkat Putra ke dalam mobilnya, mereka berdua membawa Putra menuju rumah sakit terdekat. Mega yang saat itu membawa mobil menyarankan Raya untuk menghubungi Dea. Dea yang sedang berada di sekolah langsung bergegas pergi menuju rumah sakit di mana Putra akan menjalani perawatan.
Lima belas menit berlalu, Mega dan Raya akhirnya berhasil dengan selamat mengatarkan Putra menuju rumah sakit. Tidak berapa lama Putra masuk ruang UGD, Dea datang.
“apa yang terjadi dengan Putra? Ray, Meg? “ Tanya Dea dengan penuh rasa Khawatir.
“kita juga gak tahu De, yang jelas di tempat kejadian kita berdua menemukan 2 mobil yang bertabrakan dan salah satu nya adalah mobil Putra. “ jelas Raya.
“tapi saat ini polisi sedang mengolah tempat Putra mengalami kecelakaan De, karena banyak yang mendunga bahwa rem mobil putra blong. “ tutur Mega
“astagfirullah, tega sekali orang yang telah membuat Putra menjadi seperti ini. “
“sudah lah Dea mungkin ini memang sudah jadi kehendak Allah SWT.” Ujar Raya, untuk menenangkan suasana.
“tapi De, yang aku kasihanin orang tua Putra kan sedang tidak ada di Indonesia, jadi nanti siapa yang akan mengurusi dia” Tanya Mega.
“aku akan selalu di sini ko Meg, aku akan selalu menjaga Putra. Kalian tenang saja. “ jelas Dea.
Saat mendengar ucapan Dea, Raya dan Mega mersakan hal aneh yang terjadi kepada sahabatnya itu. Namun mereka berdua tidak terlalu mengambil pusing masalah itu.
Keesokan harinya disekolah kabar mengenai kecelakaan Putra sudah menyebar sampai ke seantero sekolah. Clara sebagai pacar Putra merasa sangat bersalah karena baru mengetahui masalah ini barusan.
“Dea, Putra di rawat dimna?” Tanya Clara
“di rumah sakit di daerah pertigaan dekat sekolah kita Ra. “ jelas Dea
“kenapa kamu baru bilang sekarang sama gue Dea, kamu kan tau Putra Pacar gue?”
“maaf Ra, kita kemarin panik tidak sempat memikirkan hal lain selain kesembuhan Putra. Lagian jika memang benar kamu pacar Putra semestinya kamu tahu lebih dulu dari aku. Trus lagian rasanya untuk apa aku kasih tau kamu, dari saat kejadian kecelakaan itu HP Putra ada di aku, tapi aku tidak pernah mendapat telpon atau bahkan sms dari kamu sekalipun.” Jelas Dea.
Dea yang memang memiliki rasa lebih terhadap Putra merasa sakit hati, ketika Putra yang selama ini memliki segudang perhatian untuk Clara, tetapi Clara justru bersikap cuek dan  tidak membalas sedikit pun perhatian itu pikir Dea.
“oke gue minta maaf masalah itu, tadi malem gue kecapean setelah seharian pergi jalan – jalan. Wajar dong kalo gue lupa sms dia. “ tutur Clara
Mendengar ucapan Clara, Dea semakin geram namun untungnya tidak berapa lama Raya datang menemui Dea, dan mengajak Dea untuk pergi dan tidak memperdulikan ucapan Clara.
Sepulang sekolah Dea, Mega dan Raya pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan Putra. Mereka berharap Putra sudah sadar dan tidak terjadi apa-apa padanya. Namun sayang tidak semua harapan yang kita inginkan Allah kabulkan, Putra memang sudah sadar tetapi dokter mengvonis Putra mengalami kebutaan. Bagi mereka vonis dokter tersebut bagaikan petir yang menyambar mereka di siang bolong, mereka tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Putra saat mengetahui ini semua.
“hai Putra.. “ sapa Raya memecah keheningan di ruang
“hai Ray, ..” jawab Putra
“ko kamu tahu sih ini aku?.” Tanya Raya
“iya nih Putra gak rame banget sih.. !” tambah Mega
“haha habis suara cempreng Raya kan khas banget..” canda Putra
“ohh… hahah memang benar sih Tra. Hahhaha “
Kedatangan Mega dan Raya membuat suasana menjadi lebih ceria, Putra yang hampir merasa putus asa kini bisa bangkit kembali, namun di sela – sela pembicaraan mereka, Putra tiba – tiba teringat akan Dea. Namun sayangnya Dea pada saat itu tidak ada di antara mereka berdua. Tanpa sepengetahuan mereka berdua Dea ternyata sedang pergi ke Singapur untuk melakukan pemeriksaan atas gejala sakit yang tidak wajar belakangan ini.
Setelah hari  mulai larut Mega dan Raya memutuskan untuk pamit pulang, namun sebelum pulang mereka berencana untuk pergi membeli makan malam ke sebuah restoran dekat rumah sakit. Setibanya di sana tiba – tiba perhatian mereka berdua terpusat kepada sesosok cewek yang tengah makan malam bersama seorang cowok, dan ternyata cewek itu adalah Clara yang tengah bersama David.
Keesokan harinya sepulang sekolah Clara berencana untuk menjenguk Putra di rumah sakit sendirian tetapi tiba – tiba saat dia hendak pergi untuk mencari taksi David datang dan meminta Clara untuk pergi bersamanya Clara berusaha untuk menolak ajakan David namun David tetap memakasa untuk mengantarkan nya ke rumah sakit. David yang masih memliki rasa terhadap Clara semakin berusaha untuk membuat Clara memutuskan hubungannya dengan Putra, dan ternyata usaha David kali ini berhasil setelah Clara mengathui mengenai vonis yang dokter berikan kepada Putra membuatnya berfikir untuk mengakhiri hubungan nya dengan Putra, David yang pada saat itu berada dengan nya pun terus menghasut dirinya untuk putus. Meski begitu ternyata Clara tidak meminta mengakhiri hungbungan dalam waktu dekat, dia tetap berharap Putra mendapakan donor mata secepatnya.
Lebih dari 2 minggu Putra di rawat di rumah sakit dan selama itu pula belum ada informasi mengani donor mata untuknya, Clara yang merasa putus asa melihat keadaan Putra akhirnya menjalin hubungan di belakang Putra denga David. namun ternyata perselingkuhan itu sudah terdengar oleh Raya dan Mega dan mereka berdua pun kini mulai mengumpulkan bukti perselingkuhan mereka untuk di berikan kepada Putra, namun sayang nya Dea tidak setuju dengan rencana mereka berdua, Dea pikir bahwa dengan mereka memberi tahu dia mengani ini semua justru  akan membuat dia semakin jatuh dan mungkin dia akan kehilangan semangat untuk hidup. Mega dan Raya pun akhirnya mengurungkan niat nya itu.
Kembalinya Dea dengan sejuta perubahan membuat Raya dan Mega merasa ada hal yang sedang di tutupi nya terhadap mereka. hari – harinya pun kini lebih banyak di isi oleh lamunan – lamunan kosong yang entah apa arti dari lamunan itu dan wajah nya pun semakin hari semakin terlihat pucat.
Setelah 1 minggu Dea menjalankan pemeriksaan ternyata dirinya positif mengidap kanker otak akut stadium akhir, dan dokter pun telah mengvonis ia hidup tidak akan lebih dari 5 bulan. Padahal 5 bulan lagi pula ujian akhir akan di laksanakan, namun Dea tidak begitu mempedulikan dirinya dia lebih memikirkan Putra sahabat sekaligus satu – satunya lelaki yang bisa membuat nya merasakan apa itu cinta. Dea yang tahu hidupnya tidak akan lama lagi berniat untuk mendonorkan mata nya kepada Putra, tetapi dia masih memikirkan alasan apa yang akan dia berikan kepada sahabat – sahabatnya mengenai tindakan yang akan dia lakukan itu.
Karena tekad Dea yang sudah bulat akhirnya jalan yang dia ambil adalah dengan menceritakan apa yang terjadi terhadap dirinya kepada kedua sahabatanya itu, Raya dan Mega yang baru mengathui semua ini kaget dan tidak percaya dengan semua yang Dea ucapkan. Bahakan mereka berpikir bahwa ini hanya akal – akalan Dea untuk mendonorkan matanya, namun setelah Dea menujukan berbagai bukti mengani penyakitnya mereka baru bisa percaya bahawa apa yang Dea bilang itu benar, tetapi justru dengan kebenaran itu semakin membuat mereka hancur dan bingung dengan semua yang tejadi. Di sisi lain mereka bahagia karena akhirnya Putra akan segera mendapatkan donor mata tetapi di sisi lain mereka justru akan kehilangan sahabat yang paling mereka cintai.
Namun dengan berbagai pertimabangan akhirnya Mega dan Raya mengizinkan Dea untuk mendonorkan mata nya kepada Putra. setelah operasi cangkok mata berhasil akhirnya Putra dapat melihat kembali. Meski Putra telah dapat melihat kembali dengan normal Raya dan Mega tidak merasakan kabahagian yang sempurna karena di luar dugaan mereka ternyata setelah Dea memberikan matanya dia pergi menghilang entah kemana, keluarganya pun seolah – olah merahasiakan keberdaan nya dari siapa pun.
            Tidak terasa hari terakhir Ujian Nasional telah Putra dan teman – teman SMA BAKTI lewati, berakhirnya ujian Nasional sebagai tanda berakhirnya pula hubungan Putra dan Clara. Putra yang sudah mengetahui perselingkuhan yang di lakukan Clara akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungnanya.
            Suatu malam Putra bermimpi tentang Dea. Sudah hampir 3 bulan Putra tidak bertemu dengan Dea dan dia pun tidak tahu mengenai keberadaan Dea saat ini yang dia tahu orang tua nya pindah tugas kerja yang menyebabkan mereka sekeluarga harus ikut pindah. Kepergian Dea seolah menjadi sebuah misteri bagi Putra, Dea menghilang tepat ketika dirinya bisa melihat kembali.
Mega dan Raya sahabat terdekat Dea pun terus di desak oleh pertanyaan – pertanyan mengani keberadaan Dea saat ini oleh Putra, namun sayang nya mereka berdua pun memang tidak mengetahui secara jelas alamat keberadan Dea mereka hanya mengetahui kalo Dea saat ini tengah berada di kota Bandung. Dengan informasi yang minim akhirnya Putra meminta mereka berdua untuk membantu mencari alamat lengkap Dea.
            Setelah lebih dari 1 minggu mereka mencari tempat tinggal Dea saat ini akhirnya mereka ber 3 mengetahuinya, tanpa pikir panjang mereka pun pergi menuju tempat tinggal Dea di kota kembang itu.
            Kurang lebih 2 jam perjalan mereka dari Jakarta menunju rumah Dea, mereka bertiga pun akhirnya sampai di depan sebuah rumah dimana Dea tinggal saat ini, ibu Dea yang pada sata itu sedang ada di rumah meminta mereka bertiga untuk langsung pergi menuju sebuah taman di belakang rumahnya.
            Dea yang saat itu tengah duduk di bangku sudut taman tertegun ketika merasakan ada seseorang yang duduk di sampingnya.
            “kamu siapa?,” Tanya Dea
            “aku Putra, mata kamu kenapa Dea?” Tanya Putra
            “Putra? Ko kamu bisa tahu sih aku sekarang disini?” jawab Dea
            “tentu dong, kemana pun kamu pergi aku pasti akan selalu ikutin kamu Dea.” rayu Putra
            “kamu bisa saja Tra,” jawab Dea lirih.
            “ Dea kamu ko pucat? Kamu sakit ya?” Tanya Putra khawatir
            “ah masa sih, enggak ko Tra aku baik- baik saja.” Berusaha menyembunyikan mengenai kondisi nya saat ini.
            “ ohh ya syukur kalo begitu”.
            “Tra bagaimana hubungan kamu dengan Clara sekarang?”
            “Clara? aku sudah putus De, dia selingkuh dengan David. Tapi sebernernya sebelum aku mengetahui perselingkuhan yang dia lakukan aku sudah berencana untuk putus dengannya, aku merasa udah ga cocok dengan nya.”
            “ga cocok? Kenapa? bukanya Clara cewek yang kamu inginkan?”
            “dulu memang iya, tetapi sekarang enggak Dea”
            “oh ya? Kamu sudah dapat yang baru ya?”
            “iya” jawab Putra menatap tatapan mata kosong Dea.
            “siapa?”
            “kamu Dea” jawab Putra
            “becanda kamu”
            “enggak De, sekarang aku sadar ternyata bukan Clara yang aku cinta, tetapi kamu. kamu yang selalu ada buat aku, kamu yang selalu mendukung aku.”
            “heehh” terdengar nafas Dea yang lebih berat
            “kamu kenapa Dea?”
            “ga apa Tra , Putra sebenarnya aku juga suka sama kamu.”
            “srius? hem sumpah aku seneng banget De, eh ini dairy kamu ya? Boleh aku lihat?”
            “iya, boleh Put. Tapi ga sekarang.”
            “kapan?”
            “saat aku pergi”
            “pergi? Kamu mau keman lagi?”
            “nanti kamu juga pasti tahu ko Tra. Sekarang boleh ga aku bersandar di pundak kamu sebentar?
            “tentu boleh de,”
            “maksih Tra. Aku seneng banget hari ini.”
            “hem aku juga senang banget de”
Tidak berapa lama Dea bersandar di pundak Putra, ternyata kini Dea telah pergi untuk selama- lamanya. Putra pun kini mengerti maksud dari ucapan Dea. Dari dairy itu Putra mengetahui bahwa mata yang telah ia terima ternyata mata sahabat yang selama ini ia lupakan hanya demi obsesi nya untuk mendekati Clara. Putra semakin merasa bersalah dan menyesal karena dia baru tahu bahawa Dea kini mengidap kanker otak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar