Indonesia dan Buta Aksara
Buta aksara Fungsional adalah sebutan yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan membaca dan menulis yang belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari – hari. Hal ini sama dengan buta aksara dalam arti terbatas, yang berarti ketidak mampuan untuk membaca atau menulis kalimat sederhana dalam bahasa apapun. Lawan kata dari buta aksara adalah melek aksara, melek aksara adalah kemampuan untuk mengidentifikasi, menerjemahkan, memebuat, mengkomunikasikan dan mengolah isi dari rangkaian teks yang terdapat pada bahan- bahan cetak dan tulisan yang berkaitan dengan berbagai situasi. Analisis kebijakan menganggap angka melek aksara di jadikan tolak ukur penting dalam memepertimbangkan kemampuan sumber daya manusia di suatu daerah. Dengan anggapan itu pula kemampuan baca tulis juga berarti peningkatan peluang kerja dan akses yang lebih luas pada pendidikan yang lebih tinggi.
Banyaknya
masyarakat Indonesia yang buta aksara masih menjadi agenda penting pemerintah.
Banyak masyarakat menggap bahwa membaca bukan lah sesuatu hal yang penting,
terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pelosok negeri ini. Selain factor
dari dalam faktor seseorang mengalami buta aksara ternyata datang dari luar
dirinya, seperti kurangnya fasilitas bacaan bagi mereka, anak – anak yang drop
out (DO) di kelas 1 sampai dengan 3 SD, dan yang paling menonjol masih ada
beberapa daerah jauh dari jangkaun sekolah.
Banyak berita beredar bahwa
penderita buta aksara adalah orang – orang yang berusia lanjut, padahal jika
kita teliti sebelum orang tersebut menjadi manula orang tersebut pernah menjadi
seorang anak-anak, remaja bahkan dewasa. Jadi bukankah dengan begitu
menujukan bahwa orang yang mengalami
buta aksara bukan hanyalah para manula.
Selain para manula ternyata penyandang buta aksara banyak pula dari
kalangan remaja, banyaknya siswa yang memutuskan untuk berhenti sekolah menjadi
penyebab utama mereka masuk kedalam golongan penyandang buta aksara. Meski banyak program –program pemerintah
untuk mengatasi maslah ini, tapi ternyata semua itu masih belum bisa
menghapuskan buta aksara dari negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar